• Jika kami online silahkan mengirimkan message lewat YM

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Pendapat Ibu Umar ra. Tentang Kemunafikan Mu’awiyah bon Abu Sufyan!

Kemunafikan Mu’awiyah bukan lagi tahasian di kalangan para sahabat yang tentunya mereka tau persis mentalitas dan kualitas formal keislamannya. Setelah Anda menyimak bagaimana Sayyidina Ali ra. dan Sayyidina Ammâr ra. menegaskan bahwa Mu’awiyah hanya berpura-pura saja memeluk Islam dan menghentikan permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya serta Risalah Islam, kini saya ajak Anda menyimak penegasan sikap Sayyiduna Abdullah bin Umar ra. di mana beliau tegas-tegas mengatakan bahwa Mu’awiyah dan Abu Sufyan hanya memeluk Islam karena keterpaksaan ketika tidak ada jalan lain  untuk menyelamatkan diri mereka kecuali dengan berpura-pura memeluk Islam… sebab Islam akan menerima siapapun yang secara formal menyatakan dua kalimat syahata/syahâdatain!

Mengapa Sikap Ibnu Umar Menjadi Penting Di Sini!

Kaum Salafi Whhâbi dalam banyak sikapnya, khususnya dalam membela Mu’awiyah dan keluarga bani Umayyah dan dalam mengecilkan keagungan Sayyidina Ali ra. sering kali mengandalkan sikap dan stitmen Ibnu Umar! Dalam perang antara Khalifah Ali ra. dan para pemberontak misalnya, para Wahhâbiyyûn menjadikan ketidak-ikut sertaan Ibnu Umar dalam membela Khalifah Ali ra. dalam peperangan-peperangannya menumpas para pemberontak sebagai pijkan bahwa peperangan yang tterjadi itu adalah fitnah! Dan menjauhkan diri dari terjebak dalam kondisi fitnah seperti itu lebih afdhal ketimbang melinbatkan diri! Walaupun kenyataannya, Ibnu Umar kemudian sangat menyesal atas sikap absennya dalam membela Khalifah Ali ra untuk menumpas Mu’awiyah dan para pemberontak itu!

Contoh lain adalah dalam kasus bai’at kepada Yazid, sikap Ibnu Umar yang mengecam penduduk kota suci Madinah yang terdiri dari putra-putra para sahabat Anshar dan sebagian Muhajirin yang melepas ikatan baia’at kepada Yazid… oleh kaum Salafi Wahhâbi dijadikan dasar pembelaan mereka terhadap Yazid!

Oleh karenanya adalah penting di sini bagi saya untuk menyajikan pernyataan sikap Ibnu Umar ra…. sebab beliau adalah panutan kaum Salafi Wahhâbi dan pembesar Salaf Shaleh yang sering mereka banggakan dan mereka jadikan hujjah sikap dan stitmennya!

Kata Ibnu Umar: Mu’awiyah dan Abu Sufyan Masuk Islam Karena Terpaksa!

Para ulama meriwyatkan pernyataan Ibnu Umar tersebut, di antara mereka adalah Ibnu al A’râbi dalam kitab Mu’jam-nya,4/102 sebagai berikut:

حَدَّثَنَا أبو يحيى زكريا بن يحيى الناقد ، حَدَّثَنَا صالح بن عبد الله الترمذي ، حَدَّثَنَا محمد بن الحسن ، عن العوام بن حوشب ، عن جبلة بن سحيم ، عن ابن عمر قال : لما كان أمر الحكمين .. فذكر الحديث، وفيه:  فخرج معاوية – فظن أني قدمت لذلك-  على جمل أحمر جسيم ، فجعل يقول : من ثم ذكر كلمة هذا الأمر؟ من يرجو هذا الأمر؟  فأردت أن أقول : من ضربك وأباك على الإسلام حتى أدخلكما فيه كرهاً…

…. dari Ibnu Umar, ia berkata, ‘Ketika perkara perdamaian…. (lalu ia menyebutkan hadis dan di antaranya): Maka Mu’awiyah keluar dengan mengendarai unta besar berwarna merah, dan ia menyankan aku keluar untuk itu (ambisi kekhalifahan_pen). Mu’awiyah berkata, “Siapakah di sana orang yang menyebut-nyebut urusan ini? Siapakah orang yang berharap mendapat perkara inbi (kekhalifahan_pen).

Maka aku (ibnu Umar) ingin berkata, “yang berharap terhadanya adalaah orang yang memukulmu dan memukul bapakmu atas dasar Islam sehingga memasukkan kamu berdua ke dalam Islam dengan terpaksa!…

Abu Salafy:

Jelas sekali dalam riwayat di atas bahwa sahabat Abdullah bin Umar ra. meyakini bahwa Mu’awiyah dan Abu Sufyan itu memeluk Islam dengan terpaksa/karhan! Tidak memelukkknay dengan senang hati dan keimanan!

Lalu apa nilai provokasi Ustadz Firanda yang menuduh saya (abu salafy) sebagai yang berdusta dan mengada-ngada ketika menegaskan bahwa Mu’awiyah itu seorang munafik! Ia hanya berpura-pura menampakkan keislamannya demi keselamatan dunia! Abu salafy benar-benar telah membangun akidahnya di atas sikap dan pendapat Salaf Shelah, para sahabat besar seperti Ali, Ammar dan Ibnu Umar serta lainnnya dan para tabi’în, seperti telah dan akan saya sajikan secara tuntas insya Allah dalam artikel-artikel saya yang akan datang!

Imam Bukhari Juga Meriwayatkan Pernyataan Sikap Ibnu Umar

Dan saya tambahkan di sini bahwa pernyataan sikap Ibnu Umar di atas juga telah diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, hanya saja beliau tidak menyebutkannnya secara lengkap!

Coba Anda perhatikan riwayat Bukhari dalam Kitabul Maghazi di bawah ini:

صحيح البخاري – كِتَاب الْمَغَازِي – أول يوم شهدته يوم الخندق
3882

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ / ح/  قَالَ وَأَخْبَرَنِي ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ وَنَسْوَاتُهَا تَنْطُفُ (تَنْطِفُ) قُلْتُ قَدْ كَانَ مِنْ أَمْرِ النَّاسِ مَا تَرَيْنَ فَلَمْ يُجْعَلْ لِي مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ؟

 فَقَالَتْ إلْحَقْ فَإِنَّهُمْ يَنْتَظِرُونَكَ وَأَخْشَى أَنْ يَكُونَ فِي احْتِبَاسِكَ عَنْهُمْ فُرْقَةٌ فَلَمْ تَدَعْهُ حَتَّى ذَهَبَ فَلَمَّا تَفَرَّقَ النَّاسُ خَطَبَ مُعَاوِيَةُ قَالَ مَنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَتَكَلَّمَ فِي هَذَا الْأَمْرِ فَلْيُطْلِعْ لَنَا قَرْنَهُ فَلَنَحْنُ أَحَقُّ بِهِ مِنْهُ وَمِنْ أَبِيهِ

قَالَ حَبِيبُ بْنُ مَسْلَمَةَ – لابن عمر- فَهَلَّا أَجَبْتَهُ؟

 قَالَ عَبْدُ اللهِ فَحَلَلْتُ حُبْوَتِي وَهَمَمْتُ أَنْ أَقُولَ أَحَقُّ بِهَذَا الْأَمْرِ مِنْكَ مَنْ قَاتَلَكَ وَأَبَاكَ عَلَى الْإِسْلَامِ… الحديث.

… Ibnu Umar berkata, “Aku masuk menjumpai Hafshah ketika itu kepang rambunya meneteskan air, aku berkata kepadanya, “Engkau telah mengetahui perkara manusia dan tidak dijadikan untukku sedikit pun dari perkara ini (Kekhalifahan_pen)?!”

Hafsha berkata, “Susullah mereka, karena sesungguhya mereka menantimu. Aku khawatir terjadi perpecahan dengan bertahannya engkau tidak menyusul mereka.”

Hafshah terus mendesak Ibnu Umar sehingga ia pun pergi (ke Daumatul Jandal, tempat perundingan antara pihak Khalifah Ali ra. dan pihak pemberontak yang dipimpin Mu’awiyah_pen). Dan setelah manusia bubar, Mu’awiyah berpidato, ia berkata, “Siapa orang yang hendak berbicara tentang perkara ini hendaknya ia berbicara dan hendaknya ia menampakkan tanduknya. Kami benar-benar lebih berhak atas perkara ini darinya dan dari ayahnya sekali pun!

Habib bin Maslamah berkata kepada Ibnu Umar, “Mengapakah engkau tidak menbantahnya?!”

Abdullah (bin Umar) berkata, “Aku lepas ikatan habwah-ku (ikatan yang dilingkarkan ke pinggan dan kedua kaki di saat duduk_pen) dan aku bermaksud membantahnya dan berkata, “Yang berhak atas perkara in adalah orang yang memerangimu dan memerangi bapakmu atas dasar Islam… “ (maksudnya adalah para sahabat Nabi saw. yang telah memerangi Mu’awiyah dan Abu Sufyan dalam peperangan badar, Uhud, dan Khandak_pen)

((http://hadith.al-islam.com))

Abu Salafy:

Sampai batas ini Imam Bukhari meriwayatkan… tanpa melanjutkan bagian akhir pernyataan Ibnu Umar ra. yang menegaskan bahwa Mu’awiyah dan Abu Sufyan itu masuk Islam karena terpaksa!

Tetapi dalam riwayat Imam Bukhari di atas terdapat data penting yang membongkar keangkuhan dan pandangan buruk Mu’awiyah terhadap Khalifah Umar ra. di mana ia terang-tarangan menegaskan bahwa ia lebih berhak atas kekhalifahan dari Ibnu Umar bahkan dari Khalifah Umar sendiri!

Bukankan pernyataan Mu’awiyah itu benar-benar penghinaan atas Khalifah Umar bin Khaththab! Lalu mengapakah para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn bungkam seribu bahasa tidak memberikan pembelaannya sedikit pun atas Khalifah Umar yang sedang dilecehkan Mu’awiyah! Riwayat penghinaan Mu’awiyah atas Khalifah Umar ra. ini bukan dalam riwayat Syi’ah Rafidhah atau Mu’tazilah atau sekte Jahmiyah. Tetapi ia dalam riwayat Shahih Bukhari!

Inilah sebenarnya akidah yang sedang disembunyikan para Salafyyûn Wahhâbiyyûn… Abu Sufyan, Mu’awiyah, Yazid dan bani Umayyah lah yang harus dibela dan diselamatkan dan dibuat harum nama mereka! Adapun Sayyidina Umar ra, dan apalagi Sayyidina Ali ra. bukankah manusia-manusia penting yang harus dibela dari penghinaan siapapun! Inilah yang tidak banyak diketahui umat Islam! Mereka adalah barisan terdepan pambela kaum munafik! Bukan membela sahabat apalagi keluarga dekat Nabi saw…..

Sebagai bukti kecil bagaimana mereka bangkit serempak menentang dan memvonis Abu Salafy sebagai sesat ketika Abu Salafy mencoba menyajikan data-data tersembnyi tentang Mu’awiyah dan kemunafikannya! Ketika Abu Salafy membongkar data-data tersembunyi itu maka para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn kebakaran jenggot bak anak setan sedang dibacai surah Yasin! Mereka bangkit membela Mu’awiyah dengan alasan dia sahabat Nabi saw.! bukankah demikian sobat cerdas abusalafy?!

Dan dalam kesempatan lain insya Allah saya akan hadirkan data-data tentang keangkuhan Mu’awiyah dan klaim-klaim palsunya terkait dengan kedudukan dan kedekatannya serta jasa-jasanya terhadap Islam!

(Bersambung  insya Allah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.